1. Pengertian
Bisnis dan Jenisnya
a. Ada beberapa pengertian bisnis
diantaranya :
§
Bisnis berasal dari kata business/busy
yang berarti sibuk. Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan
keuntungan. Suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau
bisnis lainnya.
§
Bisnis dalam arti luas adalah istilah
umum yang menggambarkan semua aktifitas dan istitusi yang memproduksi barang
dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat.
§
Business is then simply a system that
produces goods and service to satisfy the needs of our society. (Huat, T
Chwee, 1990)
§
Bisnis merupakan suatu organisasi yang
menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
(Griffin & Ebert)
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan
bahwa
§
Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan
oleh individu dan sekelompok orang atau organisasi yang menciptakan nilai
(create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service)
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Kegiatan bisnis sebagai sebuah
organisasi :
a]Produksi : penciptaan barang dan jasa.
b]Keuangan : kegiatan mencari dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan dagang.
c]Pemasaran : Kegiatan untuk menginformasikan barang dan jasa, mengidentifikasikan keinginan konsumen.
d]Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) : kegiatan mencari tenaga kerja dan meningkatkan kemampuannya.
b]Keuangan : kegiatan mencari dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan dagang.
c]Pemasaran : Kegiatan untuk menginformasikan barang dan jasa, mengidentifikasikan keinginan konsumen.
d]Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) : kegiatan mencari tenaga kerja dan meningkatkan kemampuannya.
Lingkungan bisnis :
-Lingkungan intern (memberikan pengaruh langsung kepada kegiatan bisnis) : pemerintah, pesaing, konsumen, asosiasi dagang, suplier dan serikat pekerja.
-Lingkungan ekstern (memberikan pengaruh tidak langsung terhadap kegiatan bisnis) : dunia internasional, ekonomi, sosial budaya dan politik.
-Lingkungan intern (memberikan pengaruh langsung kepada kegiatan bisnis) : pemerintah, pesaing, konsumen, asosiasi dagang, suplier dan serikat pekerja.
-Lingkungan ekstern (memberikan pengaruh tidak langsung terhadap kegiatan bisnis) : dunia internasional, ekonomi, sosial budaya dan politik.
pengertian bisnis juga memuat 4 aspek,
yaitu : untuk mendapatkan laba, menghasilkan barang dan jasa, suatu kegiatan
usaha, dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam sehari – hari.
b. jenis – jenis bisnis ada 4 yaitu :
1. monopsoni
2. oligopoli
3. oligopsoni
4. pasar monopoli
1. monopsoni
2. oligopoli
3. oligopsoni
4. pasar monopoli
2. Tujuan Kebijaksanaan Bisnis
Kebijakan adalah suatu ketetapan yang
memuat prinsip-prinsip untuk mengarahkan cara-cara bertindak yang dibuat secara
terencana dan konsisten dalam mencapai tujuan tertentu.
Tujuan bisnis merupakan hasil akhir yang
ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan
merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh
bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang
akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan
dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan.
Dalam jangka panjang, tujuan yang ingin
dicapai tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, namun terdapat banyak
hal yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam bisnisnya, diantaranya:
Market standing, yaitu penguasan pasar yang akan menjadi jaminan bagi
perusahaan untuk memperoleh pendapatan penjualan dan profit dalam jangka
panjang.
Innovation, yaitu inovasi dalam produk (barang atau jasa)
serta inovasi keahlian. Tujuan bisnis yang ingin dicapai melalui inovasi adalah
menciptakan nilai tamabah pada suatu produk, misalnya shampoo 2 in 1.
Physical and financial
resources, perusahaan memiliki tujuan penguasaan
terhadap sumber daya fisik dan keuangan untuk mengembangkan perusahaan menjadi
semakin besar dan semakin menguntungkan.
Manager performance
and development, manager merupakan orang yang secara
operasional bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi. Untuk
dapat mengelola perusahaan dengan baik, manager perlu memiliki berbagai
kemampuan dan keahlian yang sesuai dengan profesinya. Maka diperlukan
peningkatan kinerja dan pengembangan kemampuan manager melalui serangkaian
kegiatan kompensasi yang menarik dan program training and development yang
berkelanjutan.
Worker Performance and
Attitude, untuk kepentingan jangka panjang, maka
sikap para karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaan perlu diperhatikan agar
dapat bekerja dengan baik.
Public Responsibility, bisnis harus memiliki tanggung jawab sosial seperti
memajukan kesejahteraan masyarakat, mencegah terjadinya polusi dan menciptakan
lapangan kerja, dll.
3. Sistem
Perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara
untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun
organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi
dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksi.
Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi.
Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.
Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim
tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi
juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi.
Sebuah perekonomian terencana (planned
economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur
faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic),
pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa
melalui penawaran dan permintaan.
Jenis-jenis sistem perekonomian dan
system pasar :
Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan
ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1.
Sistem ekonomi pasar (liberal/bebas)
2.
Sistem ekonomi komando (terpusat)
3.
Sistem ekonomi campuran
4.
Sistem ekonomi tradisional
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan
sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional
secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional
adalah :
1.
Teknik produksi dipelajari secara turun
temurun dan bersifat sederhana
2.
Hanya sedikit menggunakan modal
3.
Pertukaran dilakukan dengan sistem
barter (barang dengan barang)
4.
Belum mengenal pembagian kerja
5.
Masih terikat tradisi
6.
Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi
dan sumber kemakmuran
Sistem ekonomi tradisional memiliki
kelebihan sebagai berikut :
1.
Tidak terdapat persaingan yang tidak
sehat, hubungan antar individu sangat erat
2.
Masyarakat merasa sangat aman, karena
tidak ada beban berat yang harus dipikul
3.
Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi
tradisional adalah :
1.
Teknologi yang digunakan masih sangat
sederhana, sehingga produktivitas rendah
2.
Mutu barang hasil produksi masih rendah
Saat ini sudah tidak ada lagi negara
yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok,
seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari –
hari
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem
ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan
konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan
ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and
Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1.
Setiap orang bebas memiliki barang,
termasuk barang modal
2.
Setiap orang bebas menggunakan
barang dan jasa yang dimilikinya
3.
Aktivitas ekonomi ditujukan untuk
memperoleh laba
4.
Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan
oleh masyarakat (Swasta)
5.
Pemerintah tidak melakukan intervensi
dalam pasar
6.
Persaingan dilakukan secara bebas
7.
Peranan modal sangat vital
Kebaikan dari sistem ekonomi antara
lain:
1.
Menumbuhkan inisiatif dan kreasi
masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2.
Setiap individu bebas memiliki
sumber-sumber produksi
3.
Munculnya persaingan untuk maju
4.
Barang yang dihasilkan bermutu tinggi,
karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
5.
Efisiensi dan efektivitas tinggi karena
setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kelemahan dari sistem ekonomi antara
lain:
1.
Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2.
Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh
oleh para pemilik modal
3.
Munculnya monopoli yang dapat merugikan
masyarakat
4.
Sering terjadi gejolak dalam
perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu
Perhatikan bagaimana sistem ekonomi
pasar memecahkan persoalannya
3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem
ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam
mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan
jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang
tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1.
Semua alat dan sumber-sumber daya
dikuasai pemerintah
2.
Hak milik perorangan tidak diakui
3.
Tidak ada individu atau kelompok yang
dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
4.
Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya
oleh pemerintah
Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat
adalah:
1.
Pemerintah lebih mudah mengendalikan
inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
2.
Pasar barang dalam negeri berjalan
lancar
3.
Pemerintah dapat turut campur dalam hal
pembentukan harga
4.
Relatif mudah melakukan distribusi
pendapatan
5.
Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat
adalah :
1.
Mematikan inisiatif individu untuk maju
2.
Sering terjadi monopoli yang merugikan
masyarakat
3.
Masyarakat tidak memiliki kebebasan
dalam memilih sumber daya
Perhatikan bagaimana sistem ekonomi
terpusat memecahkan persoalannya
4. Sistem Ekonomi Campuran
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari
sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling
berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah
:
1.
Merupakan gabungan dari sistem ekonomi
pasar dan terpusat
2.
Barang modal dan sumber daya yang vital
dikuasai oleh pemerintah
3.
Pemerintah dapat melakukan intervensi
dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan
mengawasi kegiatan swasta.
4.
Peran pemerintah dan sektor swasta
berimbang
Penerapan sistem ekonomi campuran akan
mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan
ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Secara umum saat ini hampir tidak ada
negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada
adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan
negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah
menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi
sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi
campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.
Namun perubahan politik dunia juga
mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa
pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem
ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke
arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.
|
|
tradisional
|
Terpusat
|
Pasar
|
Campuran
|
|
Kepemelikan
sumber daya
|
Individu
|
Pemerintah
|
Swasta
|
Pemerintah
dan swasta
|
|
Harga
|
Belum ada
perdagangan
|
Pemerintah
|
Mekanisme
pasar
|
Pemerintah
bisa mengintervensi
|
|
Persaingan
|
tidak ada
|
Tertutup
|
Terbuka/Bebas
|
Terbuka
bagi industri swasta
|
|
Kepemilikan
Individu
|
Ada
|
Tidak ada
(sangat kecil)
|
Ada
|
ada
|
4. Kesempatan
Bisnis dan Usaha
Banyak usahawan sukses karena kelihaian
dalam memulai dan memperluas usaha.Berikut 14 rahasianya yang
umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminanAnda akan berhasil dengan
cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punyabanyak alternatif. Anda
pun bisa mencuri inspirasi dari masing-masing cara itu.
1. Penuhi Kebutuhan Konsumen
Ini merupakan cara
buka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan
layanan katering, buka usaha katering. Jika
warga disekitar rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental
komputer,kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi.Kuncinya, kenali
kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk dan
pelayanan yang lebih baik. Usaha berdasarkan kebutuhan
konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua jenis usaha.
2. Jual Keunikan
Jika Anda lumayan
kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang
berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis
produk, teknologi, sistem,
dan program baru. Jika berhasil mencipta program komputer baru
misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya.Penemuan baru
–apalagi khas dan unik– sangat berpeluang menembus pasar.
3. Duplikasi Usaha Lain
Bagi mereka yang
merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang
ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda
hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil
risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. salahnya
menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup
“memfotokopi”usaha itu, plus memberi
sedikit nilai lebih (harga, pelayanan,kecepatan,
keramahan). Siaplah bersaing!
4. Beri Fasilitas Tambahan
Mirip cara sebelumnya,
namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas.Misalnya
tetangga Anda membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa
menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran
(bar,warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama.Hampir
setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit
fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.
5. Jual Ketrampilan
Jeli mengenali bakat orang? Itu
pun awal bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang –jika
dikembangkan dan diberi tempat bisa dijual lebih mahal. Tempat-tempat
seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar,
mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3
pemangkas rambut berbakat dari salom-salom kecil. Sewakan tempat
yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik
dengansistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki
sebuah usaha pemangkas rambut yang eksklusif.
6. Jadi Agen
Mirip dengan
sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro yang
menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling,
foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro
jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda perlu
pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan
orang-orang berbakat di dalamnya.
7. Jual Barang Second
Masih sedikit yang
peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai bisa punya harga
tinggi. Anda bisa memburu barang-barang bermerk asli yang sudah tidak
dipakai lagi. Anda bisa menjualnya di tempat lain dan dengan harga
spesial. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha, sampai jenderal yang
punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di negeri ini. Anda tidak akan
kekurangan barang.
8. Buka Kantor
Semisal Anda
berlatar belakang profesi seperti dokter,
akuntan,pengacara, notaris, desainer, trainer, ataupun konsultan. Jika sekarang
masih jadi ‘pekerja’ di perusahaan orang, siap-siaplah
merintis buka kantor sendiri. Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau
teman seprofesi untuk patungan modal. Juallah skill dan pengalaman Anda.
Jika reputasi bagus, relasi banyak, jangan kuatir kekurangan klien.
9. Jalankan DS/MLM
Bisnis ini prospektif, walau
belum banyak dipilih menjadi alternatif. Direct Selling
dan Multi-Level Marketing sering disebut people
franchise. Modalnya murah meriah, namun sudah
didukung produk yang bagus, sistem pemasaran,
pelatihan, dan jenjang karier. Sebagian perusahaan
memberi kesempatan member mendirikan perseroan
sendiri (authorized distributor) atau stockist.
Namun waspadalah! Hindari bisnis skema piramid atau money game yang
berkedok MLM.
10. Beli Waralaba
Yang modalnya lumayan
besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha yang sama sekali baru, beli
waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis
usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelian
membaca waralaba mana yang bagus. Berikut kemampuan
membaca potensi pasarnya. Kini makin banyak pilihan waralaba, yang butuh modal
besar atau sedang-sedang saja.
11. Beli Usaha Prospektif
Ada pula usaha
tertentu punya keunikan dan SDM bagus. Prospek
kedepannya pun cerah. Sayang untuk berkembang untuk lebih jauh, usaha itu
tidak punya modal lebih. Jika modal Anda
cukup besar, dan menurut kalkulasi usaha itu bisa
dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa membelinya.
Cara ini relatif lebih mahal, tetapi
lumayan disukai investor tulen.
12. Beli Usaha Sekarat
Banyak usaha sekarat, bukan karena tidak
ada prospek. Namun semata-mata karena manajemennya ambaradul. Jika
Anda cukup jeli memetakan prospek ke depannya dan cukup
pengalaman merekayasa ulang usaha, maka inilah peluang menarik. Usaha
seperti ini bisa Anda beli dengan harga relatif murah. Kadang
malah seperti harga ‘grosir’. Namun ingat,
biaya pemolesannya harus Anda kontrol.
13. Buka Lokasi
Beberapa usaha cepat sekali
berkembang karena faktor lokasi. Semisal,ada pembangunan perumahan mewah di
daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya
perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas
pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah,
layani warga setempat dengan produk atau jasa
yang sangat mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang
paling strategis di sana.
14. Usaha Bersama
Kadang usaha tertentu
bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola bersama-sama.
Semisal Anda kuper, tapi jago masak masakan
asing. Sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja
Anda bersama-sama buka usaha restoran. Kelebihan
masing-masing bisa saling memperkuat usaha baru,
sekaligus memperbesar basis modalnya
5. Unsur-unsur
penting dalam aktivitas ekonomi
Unsur-unsur prnting dalam aktivits
ekonomi yang paling penting dan utama adalah adanya modal dan sumber daya.
6. Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis yang sesungguhnya adalah
mementingkan orang lain. Ini bukan sekadar konsep kemuliaan dan spiritualitas.
Ini konsep bisnis. Bahkan saya ingin mengatakan bahwa bisnis itu sendiri pada
hakekatnya adalah spiritualitas.
Bisnis yang sejati haruslah dilandaskan
pada spiritualitas dan akan menghasilkan tingkat spiritualitas yang lebih
tinggi, baik bagi pelaku maupun pelanggan.
Orang yang melayani orang lain dengan
keahlian yang tinggi akan menjadi orang yang penting dan bernilai. Bukankah
kita senang dengan orang-orang yang memperhatikan kita, memperjuangkan yang
terbaik bagi kita, serta meletakkan kepentingan kita di atas kepentingan mereka
sendiri?
Bukankah pada kita senang dilayani dan
dianggap penting? Karena itu kita selalu menyukai orang-orang yang melayani
kita dengan penuh cinta, memikirkan kebaikan kita dan menempatkan kepentingan
kita di atas kepentingan mereka sendiri. Orang-orang seperti ini menjadi orang
yang penting. Kalau begitu bukankah untuk menjadi orang penting Anda harus
melayani orang lain dengan sepenuh hati?
Ketika bertemu pelanggan abaikan
keinginan untuk mempromosikan dan menjual barang Anda. Anda harus menyadari
rumus ini: Tidak ada orang yang akan tertarik pada apa yang Anda jual. Mereka
hanya tertarik pada dirinya sendiri.
Inilah rahasia bisnis yang terpenting.
Ketika kita menjual produk kita tak akan pernah berhasil membeli hati
pelanggan. Akan tetapi kalau kita mau membuang jauh-jauh kepentingan kita, dan
meluruskan niat bahwa kita berbisnis demi kesuksesan dan kebahagiaan orang
lain, maka Anda akan membeli hati mereka.
Saya banyak menjumpai orang sales yang
sangat pandai berbicara, tetapi sama sekali tidak punya kemampuan mendengarkan
orang lain. Mereka pasti akan gagal.
Berkaitan dengan pertanyaan kedua bahwa
saya sudah mapan, sehingga bisa mengatakan, “Berhentilah mencari uang”, saya
ingin menjelaskan bahwa orang yang mengatakan hal ini menggunakan logika
terbalik. Yang benar, justru saya menjadi seperti sekarang ini karena sejak
dahulu saya tidak pernah memikirkan uang.
Yang selalu saya pikirkan adalah
bagaimana caranya supaya saya bisa melayani klien dengan lebih baik lagi.
Bagaimana supaya saya menjadi lebih ahli lagi dalam bidang yang saya tekuni.
Bagaimana supaya saya bisa menciptakan program yang berdampak bagi
pelanggan-pelanggan saya. Ternyata, semua pelanggan saya puas dengan pelayanan
saya.
7. Mengapa Belajar Bisnis
Alasan saya ingin belajar bisnis adalah
untuk menunjang perkuliahan saya yang memang saya dalam fakultas ekonomi.
sehingga saya ingin lebih mendalami bisnis itu sendiri. untuk dapat bersaing
dalam dunia kerja pada nantinya dan merangkai masa depan yang lebih baik.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar